POSKO PEDULI MASYARAKAT
KORBAN BENCANA GUNUNG MERAPI
DESA BANYUBIRU KECAMATAN DUKUN
Sekretariat : Kantor Desa Banyubiru Jl Gununggono No 26 Banyubiru Dukun
Nomor : /PPM/XI/2010 Banyubiru, 24 Nopember 2010
Lampiran : 1 (satu ) Bendel
Perihal : Permohonan Bantuan
Kepada Yth:
Kepala LMI Jawa Timur
Di Surabaya
Assalamu’alaikum warahmatullohi wabarakaatuh
Alhamdulillah segala puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Alloh SWT atas limpahan rahmat dan nikmat-Nya.Sholawat dan salam untuk Rosul Muhammad SAW.
Erupsi yang terjadi di Gunung Merapi telah menjadi sebuah bencana bagi masyarakat kabupaten Magelang.Langsung maupun tidak langsung masyarakat telah terkena imbas dari bencana tersebut.Secara kasat mata banyak infastruktur yang rusak,salah satunya adalah infrastruktur pertanian.Hampir keseluruhan tanaman Holticultura dan padi yang mulai berisi mengalami gagal panen.Hal ini diakibatnya ganasnya abu vulkanik Merapi yang mencapai ketebalan 7 cm.
Berkenaan dengan hal tersebut,untuk meringankan beban dan membantu masyarakat petani ,bersama ini kami bermaksud mengajukan permohonan bantuan sarana produksi pertanian dan peralatan.
Demikian permohonan ini kami sampaikan,mengingat beban yang ditanggung masyarakat yang sedemikian berat, besar harapan kami Bp/ibu berkenan mengabulkannya.Atas perhatian dan perkenan Bp/Ibu kami sampaikan terimakasih.
Wassalamu’alaikum warahmatullohi wabarakaatuh
Kepala Desa Banyubiru Ketua
<span>Sri Haryati.SPd</span> <span>R.Heru Winoto</span>
Mengetahui
Camat Dukun
<span>ALI SETYADI</span>
Pembina
NIP. 19561231 197703 1 028
BANGKIT SETELAH BENCANA
PENDAHULUAN
Merapi bergemuruh kembali.Selasa 26 Oktober 2010 sore gunung api teraktif didunia tersebut kembali memuntahkan awan panas yang biasa disebut ‘WEDHUS GEMBEL ‘. Dari muntahan tersebut korban pun mulai berjatuhan ,tak terkecuali sang juru kunci mbah Maridjan dan beberapa warga dusun Kinahrejo Cangkringan Yogyakarta.Semenjak hari itu Merapi tak pernah henti memuntahkan abu vulkanik yang disebar merata di Magelang, Boyolali,Klaten dan Sleman.
Puncaknya Kamis 4 Nopember 2010 sepanjang hari , Merapi kembali memuntahkan segala material yang dimilikinya.Ratusan jiwa pun kembali menjadi korban amukannya.Tak terhitung harta benda yang tertimbun oleh tebalnya material abu Vulkanik yang keluar dari Merapi.Nyaris tidak ada tanaman yang dapat berdiri tegak diradius 25 km dari puncak ,semua seolah bersujud dan tunduk kepada kemaha kuasaan Sang Pencipta.
Pemerintah memang cepat tanggap dengan adanya bencana tersebut.Terbukti pemerintah dengan sigap telah mendirikan banyak posko yang dengan sigap pula mengalirkan bantuan logistik dan keperluan lainnya untuk para pengungsi.Pun demikian pemerintah telah secara intensif telah melakukan pendataan terhadap korban infrastruktur yang terjadi disekitar merapi.Hanya persoalannya pendataan dan bantuan tersebut hanya difokuskan kepada masyarakat yang berada di radius 10 km dari puncak merapi, yang notabene adalah masyarakat yang sudah tercukupi segala keperluan hidupnya di posko posko pengungsian.
Lain halnya dengan masyarakat yang hidup diluar radius 10 km.Ketika bahaya merapi mengancam,mereka tidak diinstruksikan untuk mengungsi,kalaupun ada pengungsian maka dianggap sebagai pengungsian swadaya yang tidak tercover oleh posko posko resmi pemerintah.Beban menjadi bertambah ketika kembali dari pengungsian tak ada yang mensuplai kebutuhan. Apalagi tidak ada yang bisa dilakukan karena hampir seluruh sawah dan ladang yang merupakan aset yang dimiliki nyaris rata dengan abu.Tidak ada yang tumbuh,tidak pula bisa dipetik hasilnya.
Bagi masyarakat ini ada dua beban yang harus ditanggung ,pertama adalah beban materiil yang berupa musnahnya harta benda yang tertimbun abu vulkanik khususnya hasil sawah ladang dan pertanian,serta beban menghidupi diri agar bisa bertahan hidup. Beban yang kedua adalah beban psikologis akibat munculnya cerita manis dan fakta yang menunjukkan betapa pengungsi telah dimanjakan dengan segala bentuk fasilitas dan bantuan yang ada.
Berangkat dari hal tersebut ,kiranya perlu sebuah langkah guna memadukan semua potensi baik masyarakat , swasta dan pemerintah untuk bersama sama membangkitkan masyarakat khususnya petani dari keterpurukan yang disebabkan oleh bencana meletusnya gunung Merapi.
PERMASALAHAN
v Hilangnya kesempatan memiliki penghasilan akibat gagal panen total ( fuso ) karena tertimbun material abu vulkanik Merapi.
<span> </span>
v Terputusnya perputaran modal tanam petani, karena terhentinya pemasukan uang akibat gagal panen.
v Sulitnya akses modal baru yang disebabkan banyak dan meratanya korban.Satu satunya harapan adalah pemerintah tetapi terhalangi dengan pembatasan radius 10 km.
v Sulitnya mendapatkan sarana produksi pertanian baru di daerah bencana,kalaupun ada harganya melambung hingga 2 sampai 3 kali lipat.
v Belum adanya pendampingan yang menyeluruh secara intensif kepada masyarakat baik dari pemerintah maupun pihak lain sebagai wujud perhatian dan dorongan untuk kembali menata kehidupan.
v Tuntutan kebutuhan pemulihan keadaan yang tinggi ,tidak seimbang dengan bantuan yang ada,justru bantuan yang tidak kelola dengan baik akan menimbulkan dampak negatif yang menjerumuskan pada kemalasan dan kemiskinan.
MAKSUD DAN TUJUAN
v Membantu Pemerintah dalam melaksanakan kewenangan dalam tanggap darurat dan recovery pasca bencana terutama di daerah terkena dampak bencana letusan gunung Merapi yang tidak termasuk radius 10 km.
v Membantu memulihkan harapan hidup masyarakat korban bencana letusan gunung merapi.
v Menggalang peran serta organisasi non pemerintah untuk bersama sama melakukan pendampingan baik moril dan materiil bagi masyarakat didaerah terkena dampak letusan gunung merapi.
SASARAN
v Masyarakat yang menjadi korban bencana letusan gunung merapi khususnya yang berprofesi sebagai petani di desa Banyubiru Kecamatan Dukun kabupaten Magelang.
v Tersedianya sarana produksi pertanian yang dapat dimanfaatkan oleh petani sebagai modal awal setelah mengalami gagal panen.
v Terjalinnya kerjasama triparti antara petani,pemerintah dan pihak ketiga.
ORGANISASI
Kegiatan Recovery pasca letusan gunung Merapi dilakukan bersama samaantara petani sebagai penerima manfaat langsung,pemerintah dan organisasi non pemerintah atau pihak ketiga.Masing masing tugas pokok dan fungsinya dapat dijabarkan dalam peran peran sebagai berikut :
v Petani
Sebagai korban letusan gunung merapi berperan sebagai penyedia lahan,
Pengelola dan penyedia tenaga kerja.
v Pemerintah
Pemerintah Desa Banyubiru dan Badan Pelaksana Penyuluhan dan Ketahanan Pangan Kecamatan Dukun berperan sebagai penyedia informasi teknologi dan bimbingan teknis.Dibawah Pemerintah Desa Banyubiru dibentuk Lembaga yang mengelola disrtibusi dan administrasi,dalam recovery ini dibentuk Posko Peduli Masyarakat Korban Bencana Gunung Merapi ( Susunan Pengurus Terlampir ).
v Organisasi Non Pemerintah
Berperan sebagai penyedia sarana produksi pertanian dan peralatan pertanian.
TAHAPAN PELAKSANAAN
Program recovery daerah terdampak letusan gunung merapi ini dilaksanakan di Desa banyubiru Kecamatan Dukun yang terbagi dalam beberapa tahapan yang meliputi :
v Pekan ke-3 Nopember s/d Pekan ke-1 Desember adalah tahapan persiapan yang meliputi:
1.Penyusunan rencana Program.
2.Validasi data korban terdampak bencana Gunung Merapi.
3.Pembuatan Laporan Perencanaan .
v Pekan ke-2 Desember s/d Akhir Desember adalah tahapan pelaksanaan program recovery ,meliputi :
1.Sosialisasi Program yang akan dijalankan.
2.Penyusunan kelompok Kerja .
3.Distribusi Sarana Produksi Pertanian.
4.Pendampingan Teknis.
5.Pembuatan Laporan Pelaksanaan Berjalan.
v Januari tahun 2011 adalah tahapan evaluasi dan pertanggungjawaban,yang terdiri dari :
1.Monitoring pelaksanaan Program di Lapangan.
2.Evaluasi Pelaksanaan Program.
3.Pembuatan Laporan Pelaksanaan.
SUSUNAN PENGURUS
POSKO PEDULI MASYARAKAT
KORBAN BENCANA GUNUNG MERAPI
DESA BANYUBIRU KECAMATAN DUKUN
Penanggung Jawab : Kepala Desa Banyubiru
Ketua : R. Heru Winoto
Sekretaris : M. Harjani
Bendahara : Sari
Seksi Fundrising : 1.Wintoro
2. M.Nadzieb
Seksi Logistik : 1. Qomarudin
2. Subarhana
Sksi Keamanan : 1. Sucahyo Eko P
2. Anggota LINMAS
Seksi Pembantu Umum : 1. Suwardi
2. Sumarjo
Koordinator Kelompok : Masing masing Kepala Dusun
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Para sahabat yang dirahmati Allah kami LMI siap membantu sahabat ini, kami akan berusaha mewujudkan impian mereka. Karenanya kami terus menggalang dana peduli untuk mereka, kamipun berharap para sahabat ikut serta peduli untuk program mereka, kalau anda peduli bisa titip LMI dan transfer dana peduli anda ke :
Bank MANDIRI :1410010177020 a/n. Lembaga Manajemen Infaq Ukhuwah Islamiyah (LMI)
Bank SYARIAH MANDIRI :0320100101 a/n. LMI Cabang Sidoarjo
BRI Syariah :1001938556 a/n. LMI Cabang Sidoarjo
Konfirmasi : 031 72502298(fleksi), 081331109071, 085648560709, 08813128018